Berita  

Kenali Jenis Narkoba hingga Awasi Perubahan Perilaku Anak, Ini Pesan Penyuluh TMMD ke-130 di Mangsang Maju

Penyuluhan narkoba sebagai sasaran nonfisik TMMD ke-130 menekankan pentingnya mengenali berbagai jenis narkoba, mengamati perubahan fisik dan perilaku pasangan maupun anak, serta memperkuat peran keluarga dan pendekatan spiritual untuk mencegah penyalahgunaan narkoba sejak dini.

banner 120x600
banner 468x60

BATAM – Mengenali jenis narkoba, memperhatikan perubahan fisik dan perilaku anggota keluarga, hingga membangun komunikasi yang terbuka menjadi sejumlah pesan utama dalam penyuluhan bahaya narkoba yang digelar melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 di Kavling Mangsang Maju, Batam, Senin (26/10/2026).

Penyuluhan yang menjadi bagian dari sasaran nonfisik TMMD ke-130 tersebut memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa pencegahan penyalahgunaan narkoba harus dimulai dari lingkungan terdekat, terutama keluarga. Orang tua, pasangan, dan anggota keluarga lainnya memiliki peran penting dalam mengenali perubahan yang terjadi serta memberikan perhatian sebelum persoalan berkembang lebih jauh.

banner 325x300

Salah satu materi yang ditekankan penyuluh adalah pentingnya masyarakat mengenali berbagai jenis narkoba beserta bahaya penyalahgunaannya. Pengetahuan ini diperlukan agar warga tidak mudah mengabaikan ancaman narkoba dan mampu memahami risiko yang dapat muncul ketika seseorang mulai terlibat dalam penggunaan zat terlarang.

Masyarakat juga diingatkan agar tidak berhenti pada pengetahuan mengenai nama atau bentuk narkoba. Pemahaman mengenai dampaknya terhadap kesehatan, kemampuan berpikir, pengendalian diri, hubungan sosial, dan kehidupan keluarga perlu menjadi perhatian bersama.

Perubahan fisik dan perilaku perlu menjadi perhatian keluarga

Dalam materi berikutnya, penyuluh menekankan pentingnya memantau atau mengontrol kondisi pasangan dan anak, khususnya apabila muncul perubahan fisik maupun perilaku yang tidak biasa.

Perubahan pola tidur, kondisi kesehatan, kebiasaan sehari-hari, emosi, hingga lingkungan pergaulan dapat menjadi alasan bagi keluarga untuk memberikan perhatian lebih. Namun, perubahan tersebut tidak serta-merta membuktikan seseorang menggunakan narkoba. Keluarga perlu mencari tahu penyebabnya melalui komunikasi yang baik dan, jika diperlukan, meminta bantuan tenaga profesional.

Orang tua juga didorong untuk tidak hanya mengawasi aktivitas anak, tetapi membangun hubungan yang memungkinkan anak berbicara terbuka mengenai masalah yang dihadapi. Dengan komunikasi yang sehat, keluarga dapat lebih cepat mengetahui ketika anak menghadapi tekanan pergaulan, persoalan pribadi, atau situasi berisiko lainnya.

Hal serupa berlaku dalam hubungan pasangan. Kepedulian, keterbukaan, dan perhatian terhadap perubahan kebiasaan menjadi bagian penting dalam menjaga keharmonisan rumah tangga sekaligus memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Orang terdekat menjadi benteng pertama

Penyuluh turut menegaskan bahwa peran orang terdekat sangat penting dalam mencegah seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkoba. Keluarga bukan hanya berfungsi sebagai pihak yang mengawasi, tetapi juga menjadi tempat memperoleh dukungan, nasihat, dan pendampingan ketika seseorang menghadapi masalah.

Narkoba dapat mengganggu kemampuan seseorang untuk berpikir jernih dan mengambil keputusan. Dampaknya tidak hanya dirasakan oleh pengguna, tetapi juga berpotensi memengaruhi hubungan dengan pasangan, anak, orang tua, serta lingkungan sosial.

Karena itu, masyarakat diingatkan agar tidak bersikap acuh ketika melihat persoalan yang membutuhkan perhatian. Kepedulian perlu diwujudkan melalui komunikasi, pendampingan, dan pencarian bantuan yang tepat, bukan melalui tuduhan tanpa dasar atau tindakan yang justru memperburuk keadaan.

Apabila terdapat dugaan penyalahgunaan narkoba, keluarga diharapkan mengutamakan keselamatan, mencari informasi yang benar, dan menghubungi tenaga kesehatan atau pihak berwenang untuk memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.

Mendekatkan diri kepada Tuhan untuk memperkuat ketahanan diri

Selain pengawasan keluarga dan pengenalan bahaya narkoba, penyuluh juga menyampaikan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan. Pendekatan spiritual dipandang sebagai salah satu upaya membangun pengendalian diri, memperkuat nilai moral, serta membantu seseorang mempertimbangkan dampak dari setiap keputusan yang diambil.

Masyarakat diajak menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari, menjaga pergaulan, dan mengisi waktu dengan kegiatan positif. Penguatan spiritual tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan komunikasi keluarga, pendidikan, serta kepedulian lingkungan.

Pesan ini sekaligus mengingatkan bahwa pencegahan narkoba tidak dapat dibebankan kepada satu pihak saja. Orang tua, pasangan, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar perlu saling mendukung dalam menciptakan suasana yang aman bagi anak-anak dan generasi muda.

Penyuluhan narkoba di Kavling Mangsang Maju menjadi bagian dari upaya TMMD ke-130 dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui edukasi masyarakat. Di samping sasaran fisik berupa pembangunan infrastruktur, program TMMD juga menghadirkan kegiatan nonfisik yang berkaitan dengan pengetahuan, kesadaran sosial, dan kualitas kehidupan warga.

Melalui penyuluhan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan secara nyata, mulai dari mengenali berbagai jenis narkoba, memperhatikan perubahan fisik dan perilaku anggota keluarga secara bijak, membangun komunikasi yang terbuka, hingga memperkuat ketahanan moral dan spiritual.

Dengan pengawasan yang disertai kepedulian, dukungan keluarga, serta pemahaman yang benar, masyarakat diharapkan mampu mengambil peran lebih aktif dalam mencegah penyalahgunaan narkoba dan menjaga masa depan generasi muda di lingkungan Kavling Mangsang Maju.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *