BATAM — Hari Minggu biasanya menjadi waktu bagi sebagian orang untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas selama sepekan. Namun, suasana berbeda terlihat di Kavling Mangsang Maju, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Minggu (18/10/2026).
Sejak pagi, kawasan tersebut kembali dipenuhi aktivitas Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0316/Batam bersama masyarakat. Di tengah hari libur, mereka tetap berjibaku menyelesaikan pekerjaan pengecoran jalan yang menjadi salah satu sasaran fisik program TMMD.
Suara aktivitas pekerjaan terdengar silih berganti. Material disiapkan, adukan beton terus dikerjakan, sementara anggota Satgas bersama warga bergerak mengisi, meratakan dan memadatkan bagian jalan yang tengah dicor.
Tidak ada kesan bahwa hari itu merupakan hari libur. Pekerjaan justru berlangsung dengan ritme yang tetap terjaga. Satu pekerjaan diselesaikan, pekerjaan berikutnya langsung dilanjutkan.
Keringat yang membasahi tubuh tak membuat langkah mereka terhenti. Bagi Satgas TMMD dan warga, menyelesaikan pengecoran jalan bukan sekadar mengejar target pekerjaan, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama untuk menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi masyarakat.
Pengecoran Tetap Berjalan di Hari Libur
Pengecoran menjadi salah satu tahapan penting dalam pembangunan akses jalan di Kavling Mangsang Maju. Karena itu, setiap proses dikerjakan secara bertahap dan bersama-sama agar pekerjaan dapat berlangsung efektif.
Anggota Satgas tidak hanya mengerjakan bagian teknis. Warga juga ikut turun tangan membantu berbagai pekerjaan di lapangan. Ada yang menyiapkan material, mengangkut bahan, membantu proses pengecoran hingga meratakan adukan beton pada badan jalan.
Pola kerja seperti itu membuat pekerjaan terasa lebih ringan. Ketika satu orang mulai kelelahan, anggota lainnya mengambil bagian. Begitu pula dengan warga yang secara bergantian membantu Satgas menyelesaikan pekerjaan.
Di tengah teriknya cuaca dan rasa lelah, semangat gotong royong menjadi tenaga tambahan.
Pemandangan tersebut sekaligus menunjukkan bagaimana program TMMD tidak hanya berbicara tentang pembangunan fisik, tetapi juga mempertemukan TNI dengan masyarakat dalam sebuah pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama.
Lelah Tak Menyurutkan Semangat
Bagi para pekerja di lapangan, pengecoran membutuhkan tenaga dan ketelitian. Adukan beton harus segera ditempatkan dan diratakan agar hasil pekerjaan sesuai dengan tahapan yang telah ditentukan.
Meski tubuh mulai lelah, pekerjaan tetap dilanjutkan.
Tidak sedikit anggota Satgas maupun warga yang harus bekerja sambil menahan rasa penat. Namun, ketika melihat bagian jalan yang sebelumnya masih berupa badan jalan kini perlahan berubah menjadi akses yang lebih kokoh, rasa lelah seakan terbayar.
Semangat itulah yang membuat pekerjaan tetap bergerak meski kalender menunjukkan hari Minggu.
Mereka menyadari bahwa pembangunan jalan tersebut nantinya bukan hanya digunakan oleh Satgas TMMD, melainkan akan menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat. Jalan yang lebih baik diharapkan dapat mempermudah mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi dan memperlancar akses masyarakat di kawasan Mangsang Maju.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Kebersamaan antara Satgas TMMD dan warga menjadi bagian penting dalam setiap tahapan pekerjaan. Kehadiran masyarakat tidak sekadar sebagai penerima manfaat pembangunan, tetapi juga sebagai bagian dari proses pembangunan itu sendiri.
Di lapangan, sekat antara prajurit dan warga seolah menghilang. Mereka bekerja dalam satu barisan, mengangkat material, mengatur pekerjaan dan menyelesaikan pengecoran secara bersama-sama.
Semangat tersebut membuat pekerjaan di hari libur terasa berbeda.
Tidak ada keluhan karena harus bekerja ketika sebagian masyarakat menikmati waktu istirahat. Yang terlihat justru semangat untuk menyelesaikan pekerjaan secara bertahap sesuai target.
Bagi warga, keterlibatan langsung dalam pengecoran juga menjadi bentuk kepedulian terhadap pembangunan lingkungan mereka sendiri.
Sementara bagi Satgas TMMD, kebersamaan tersebut menjadi energi untuk terus bergerak menyelesaikan sasaran fisik program TMMD ke-130.
Mengejar Target, Menjaga Kualitas
Pekerjaan pengecoran tidak hanya membutuhkan kecepatan. Setiap tahapan tetap harus dilakukan dengan memperhatikan kerapian dan kualitas hasil pekerjaan.
Karena itu, meskipun dilakukan pada hari libur, Satgas bersama warga tetap bekerja secara terarah. Adukan beton yang telah tersedia segera diarahkan ke bagian jalan yang dikerjakan, kemudian diratakan dan dipadatkan agar membentuk permukaan jalan yang sesuai.
Perlahan, bagian demi bagian badan jalan mulai tertutup beton.
Pemandangan tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan di lokasi TMMD terus bergerak. Dari pagi hingga pekerjaan berlangsung, tenaga Satgas dan warga terus dicurahkan untuk mengejar target tanpa mengabaikan proses pengerjaan.
Hari libur akhirnya bukan menjadi waktu untuk berhenti, melainkan kesempatan untuk mempercepat pekerjaan.
Di Kavling Mangsang Maju, semangat itu terlihat dari aktivitas pengecoran yang terus berjalan. Keringat, rasa lelah dan waktu yang tersita menjadi bagian dari perjuangan bersama untuk menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi masyarakat.
Semangat gotong royong yang terbangun di lokasi TMMD pun menjadi pesan penting dari pekerjaan tersebut: pembangunan akan lebih kuat ketika dikerjakan bersama.
Minggu boleh menjadi hari libur, tetapi bagi Satgas TMMD ke-130 dan warga Mangsang Maju, pekerjaan belum selesai. Selama masih ada bagian jalan yang harus dicor, mereka memilih tetap bergerak, bekerja dan bergandengan tangan hingga target pembangunan dapat diwujudkan.

















