Berita  

Tak Kenal Lelah, Satgas TMMD 130 dan Warga Berjuang Bersama Mengejar Pengecoran Jalan

Di balik setiap meter jalan yang dicor di Mangsang Maju, ada keringat prajurit dan masyarakat. Setelah wiremesh terpasang, Satgas TMMD ke-130 bersama warga tak memberi ruang bagi rasa lelah untuk menghentikan pekerjaan.

banner 120x600
banner 468x60

BATAM — Matahari belum benar-benar bersahabat ketika aktivitas pembangunan kembali bergeliat di Kavling Mangsang Maju, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam, Jumat (16/10/2026).

Prajurit Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026 bersama masyarakat kembali berkumpul di badan jalan yang sedang dibangun.

banner 325x300

Wajah-wajah mereka menunjukkan satu hal yang sama: lelah.

Namun tidak seorang pun memilih meninggalkan pekerjaan.

Setelah pemasangan wiremesh selesai, mereka langsung melanjutkan perjuangan ke tahap pengecoran badan jalan.

Material disiapkan.

Adukan beton dikerjakan.

Bagian jalan yang telah dipersiapkan mulai diisi.

Tangan-tangan yang sejak pagi bekerja kembali bergerak.

Mereka tahu, pekerjaan ini tidak ringan. Tetapi mereka juga tahu, jalan tersebut adalah harapan masyarakat.

Ketika Prajurit dan Warga Sama-sama Mengeluarkan Tenaga

Di lokasi TMMD itu, tidak ada pekerjaan yang terasa ringan.

Mengangkat material membutuhkan tenaga.

Mendorong dan mengatur adukan beton membutuhkan kekuatan.

Meratakan hasil pengecoran membutuhkan ketelitian dan kesabaran.

Semua dilakukan berulang-ulang.

Prajurit bekerja.

Warga membantu.

Kemudian mereka bertukar posisi ketika pekerjaan membutuhkan tenaga tambahan.

Di antara mereka tidak ada lagi sekat.

Seragam loreng dan pakaian warga menyatu dalam satu pekerjaan.

Keringat prajurit bercampur dengan keringat masyarakat.

Mereka sama-sama kepanasan.

Sama-sama kelelahan.

Dan sama-sama ingin melihat jalan itu selesai.

Bagi Satgas, inilah bagian dari pengabdian.

Bagi masyarakat, inilah bentuk nyata kepedulian terhadap kampung mereka.

Lelah Ada, Tetapi Semangat Lebih Besar

Tubuh manusia memiliki batas.

Setelah berjam-jam bekerja, rasa lelah tentu tidak dapat dihindari.

Namun di lokasi TMMD, rasa lelah seolah harus ditunda.

Ada pekerjaan yang harus dikejar.

Ada target yang harus dicapai.

Ada jalan yang menunggu untuk diselesaikan.

Karena itu, setiap kali tenaga mulai berkurang, pekerjaan dilakukan dengan saling membantu.

Yang kuat membantu yang mulai lelah.

Yang membutuhkan tenaga dibantu.

Yang membutuhkan arahan saling mengingatkan.

Dari situlah kekuatan mereka terbentuk.

Bukan karena semua orang memiliki tenaga yang sama, tetapi karena mereka tidak membiarkan satu orang bekerja sendirian.

Satgas Membawa Semangat, Warga Membawa Harapan

Kaur Bakti Kodim 0316/Batam Kapten Inf Hendrik Mulyadi mengatakan, perjuangan menyelesaikan pekerjaan fisik TMMD membutuhkan kekompakan seluruh unsur yang terlibat.

Menurutnya, dukungan dan keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam mempercepat pekerjaan.

“Setelah pemasangan wiremesh, kita langsung mengejar pengecoran. Satgas bersama masyarakat terus bekerja dan saling membantu agar pekerjaan bisa berjalan sesuai target,” ujar Hendrik.

Ia mengatakan, semangat tidak boleh kendur meskipun pekerjaan yang dihadapi cukup berat.

Namun demikian, kecepatan tetap harus berjalan beriringan dengan kualitas dan keselamatan.

“Target memang kita kejar, tetapi kualitas pekerjaan dan keselamatan tetap menjadi perhatian. Semua harus bekerja dengan baik dan saling mengingatkan,” katanya.

Jalan Ini Dibangun dengan Keringat Mereka

Tidak semua orang akan mengetahui perjuangan di balik jalan tersebut.

Ketika nantinya badan jalan telah selesai dan permukaannya mengeras, orang mungkin hanya akan melihat hasil akhirnya.

Namun di balik setiap meter beton itu ada cerita.

Ada prajurit yang bekerja dalam kondisi lelah.

Ada warga yang meninggalkan pekerjaan mereka untuk ikut membantu.

Ada tangan-tangan yang kotor oleh material.

Ada pakaian yang basah oleh keringat.

Ada waktu bersama keluarga yang untuk sementara digantikan dengan pekerjaan bersama di lokasi TMMD.

Semua dilakukan demi satu hal: menghadirkan akses jalan yang lebih baik bagi masyarakat.

Itulah sebabnya pekerjaan ini memiliki arti lebih dari sekadar pembangunan fisik.

Jalan tersebut dibangun dengan material.

Tetapi proses menuju selesainya jalan itu dibangun dengan pengorbanan dan kebersamaan.

Tidak Ada yang Pulang Sebelum Pekerjaan Bergerak

Semangat itu terlihat dari bagaimana Satgas dan warga terus berusaha memastikan pengecoran berjalan.

Ketika satu bagian selesai, perhatian beralih ke bagian lainnya.

Ketika material membutuhkan tambahan tenaga, tangan-tangan kembali terangkat.

Ketika pekerjaan mulai terasa berat, semangat gotong royong kembali menjadi penguat.

Mereka tidak sedang mengejar pujian.

Mereka hanya ingin pekerjaan selesai.

Dan ketika melihat bagian jalan yang telah dicor semakin panjang, ada kepuasan tersendiri yang muncul.

Sebab mereka tahu, ada bagian dari tenaga mereka yang kini berubah menjadi sebuah akses bagi masyarakat.

Perjuangan yang Akan Menjadi Kenangan

Kelak, ketika seluruh pekerjaan TMMD selesai, para prajurit akan meninggalkan Mangsang Maju.

Namun jalan yang mereka bangun bersama masyarakat akan tetap berada di sana.

Warga akan melewatinya setiap hari.

Anak-anak akan tumbuh dan bermain di sekitar jalan itu.

Kendaraan akan melintas membawa hasil usaha dan kebutuhan keluarga.

Dan mungkin, tidak semua orang akan mengetahui siapa saja yang pernah berdiri di sana saat jalan tersebut masih berupa tanah dan material.

 

Tetapi bagi Satgas dan warga yang mengerjakannya, jalan itu akan menjadi kenangan.

Kenangan tentang hari-hari ketika mereka bekerja bersama.

Tentang panas yang mereka lawan.

Tentang lelah yang mereka tahan.

Tentang tangan-tangan yang saling membantu.

Dan tentang sebuah perjuangan yang dilakukan tanpa membedakan seragam.

Di Kavling Mangsang Maju, pengecoran terus dikejar.

Satgas TMMD dan masyarakat masih terus bergerak.

Sebab bagi mereka, jalan itu bukan hanya dibangun untuk dilalui. Jalan itu dibangun dari perjuangan mereka untuk membuka jalan menuju kehidupan masyarakat yang lebih mudah.

Dan setiap tetes keringat yang jatuh hari ini, kelak akan menjadi bagian dari cerita bahwa TNI dan rakyat pernah berdiri bersama, bekerja bersama, dan berjuang bersama demi sebuah jalan untuk masa depan.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *