BATAM – Mengejar penyelesaian pengecoran jalan di penghujung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026 membutuhkan pengaturan pekerjaan yang cermat. Bukan hanya mempercepat penuangan beton, tetapi juga memastikan seluruh perlengkapan pendukung tersedia dan siap digunakan kembali.
Itulah yang dilakukan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0316/Batam bersama masyarakat di Kavling Mangsang Maju, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam, Sabtu (7/11/2026).
Sejak pagi, prajurit TNI dan warga bergerak melakukan pemasangan serta pembukaan mal atau cetakan beton. Kedua pekerjaan tersebut menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kelancaran pengecoran Sasaran 1 yang terus dikebut hingga selesai.
Pemasangan mal dilakukan pada bagian jalan yang akan dicor. Sementara itu, mal pada bagian yang pengecorannya telah selesai dibuka setelah kondisi beton memungkinkan.
Pekerjaan tersebut dilakukan secara bergantian agar cetakan yang sudah dapat digunakan kembali tidak terlalu lama berada di satu titik. Dengan demikian, kebutuhan mal untuk bagian jalan berikutnya dapat dipersiapkan lebih cepat.
Di lapangan, pengaturan waktu menjadi penting. Ketika satu bagian jalan memasuki tahapan pembukaan mal, bagian lainnya dapat disiapkan untuk pengecoran berikutnya.
Pola kerja ini membantu menjaga kesinambungan pekerjaan sehingga Satgas dan warga dapat memanfaatkan waktu secara lebih efektif.
### Pemasangan Mal Dipercepat agar Pengecoran Tidak Terhambat
Dalam pekerjaan pengecoran jalan, mal memiliki fungsi penting sebagai cetakan sementara untuk membentuk batas dan ukuran beton.
Karena itu, pemasangan mal tidak boleh dilakukan sembarangan. Posisi papan harus disesuaikan dengan lebar dan ketebalan jalan yang direncanakan. Penguatannya juga perlu diperhatikan agar cetakan tidak bergeser ketika menerima tekanan adukan beton.
Satgas TMMD bersama warga berupaya mempercepat tahapan tersebut supaya pekerjaan pengecoran tidak harus menunggu terlalu lama akibat persiapan cetakan yang belum selesai.
Kecepatan pemasangan menjadi salah satu faktor pendukung untuk menjaga ritme pekerjaan. Ketika mal telah siap, proses pengecoran pada bagian tersebut dapat dilanjutkan sesuai tahapan.
Dengan cara itu, waktu yang tersedia dapat dimanfaatkan untuk mengerjakan lebih banyak bagian jalan.
### Pembukaan Mal Mempercepat Pemanfaatan Cetakan Kembali
Selain pemasangan, pembukaan mal juga memiliki peran penting dalam mempercepat pekerjaan.
Cetakan yang sudah tidak diperlukan pada bagian jalan yang selesai dicor dapat dilepas setelah beton cukup siap untuk proses tersebut. Selanjutnya, papan mal dapat dibersihkan, diperiksa, dan dipersiapkan kembali untuk digunakan pada bagian lainnya.
Langkah ini membantu mengoptimalkan perlengkapan yang tersedia. Satgas tidak harus menunggu seluruh pekerjaan pengecoran selesai untuk memanfaatkan kembali cetakan yang sudah dapat dilepas.
Namun, pembongkaran tetap harus memperhatikan kondisi beton agar tidak merusak sisi maupun bentuk jalan yang telah dicor.
Artinya, kecepatan tetap berjalan beriringan dengan ketelitian. Target pekerjaan memang harus dikejar, tetapi hasil pembangunan juga harus dijaga.
### Pengaturan Pekerjaan Menjadi Kunci Mengejar Penyelesaian
Memasuki penghujung TMMD ke-130, setiap tahapan pekerjaan memiliki arti penting. Satgas TMMD dan warga tidak hanya dituntut bekerja lebih cepat, tetapi juga harus mampu mengatur urutan pekerjaan agar tidak saling menghambat.
Pemasangan mal, pembukaan cetakan, penyiapan material, hingga pengecoran merupakan rangkaian yang saling berhubungan.
Apabila salah satu tahapan terlambat, proses berikutnya juga dapat ikut tertunda. Karena itu, pekerjaan pemasangan dan pembukaan mal dilakukan secara terencana untuk mendukung kelancaran pengecoran Sasaran 1.
Di tengah kesibukan tersebut, keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan tersendiri. Warga ikut membantu pekerjaan sehingga prajurit TNI tidak bekerja sendirian dalam mengejar penyelesaian pembangunan.
Kebersamaan itu sekaligus memperlihatkan bahwa keberhasilan pembangunan membutuhkan koordinasi, pembagian tugas, dan kepedulian semua pihak.
### Mengejar Waktu, Menjaga Kualitas untuk Masyarakat
Bagi masyarakat Mangsang Maju, pengecoran jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik yang harus selesai sesuai jadwal. Hasilnya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi aktivitas dan mobilitas warga sehari-hari.
Karena itu, percepatan pemasangan dan pembukaan mal menjadi bagian dari upaya memperlancar pekerjaan, bukan sekadar mengejar angka penyelesaian.
Satgas TMMD bersama masyarakat terus berupaya memanfaatkan waktu yang tersedia. Setiap cetakan yang dipasang, setiap mal yang dibuka, dan setiap bagian jalan yang dicor menjadi tahapan menuju penyelesaian sasaran pembangunan.
Dari pekerjaan tersebut terlihat bahwa mempercepat pembangunan tidak selalu berarti bekerja terburu-buru. Ada pengaturan waktu, pemanfaatan perlengkapan, pembagian tugas, serta ketelitian yang harus berjalan bersamaan.
Di Mangsang Maju, pemasangan dan pembukaan mal menjadi bagian dari strategi mengejar waktu. Sebab, untuk menyelesaikan jalan lebih cepat, setiap tahapan harus bergerak tepat, setiap perlengkapan harus dimanfaatkan secara optimal, dan setiap tenaga harus diarahkan pada tujuan yang sama: menghadirkan jalan yang lebih baik bagi masyarakat.

















