Berita  

Di Tengah Lelah, Satgas TMMD 130 Temukan Keluarga di Mangsang Maju

Bukan sekadar membangun jalan, Satgas TMMD 130 juga membangun kedekatan. Di sela istirahat, tawa anak-anak Mangsang Maju menghadirkan suasana kekeluargaan yang membuat lelah prajurit terasa ringan.

banner 120x600
banner 468x60

BATAM — Pekerjaan fisik sejak pagi menyisakan peluh dan lelah. Namun, bagi Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Kodim 0316/Batam, ada cara sederhana untuk mengembalikan semangat: duduk bersama anak-anak dan menikmati tawa mereka.

Di Kavling Mangsang Maju, Selasa (20/10/2026), suasana itu terlihat di sela waktu istirahat. Para prajurit yang baru saja menyelesaikan pekerjaan menyempatkan diri bercengkerama dengan anak-anak warga sekitar.

banner 325x300

Tidak ada sekat antara prajurit dan masyarakat.

Anak-anak dengan wajah polos datang mendekat. Senyum mereka disambut senyum para prajurit. Percakapan sederhana pun berubah menjadi suasana penuh keakraban.

Sesekali terdengar tawa. Ada yang bercerita, ada yang bertanya, ada pula yang sekadar duduk dekat dengan para prajurit.

Di situlah rasa kekeluargaan terasa.

Satgas TMMD tidak lagi terlihat sebagai prajurit yang sedang menjalankan tugas, tetapi seperti keluarga yang sedang berkumpul di lingkungan sendiri.

Salah seorang anggota Satgas TMMD 130, Serma Minarto, mengatakan kedekatan dengan anak-anak dan masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para prajurit.

“Lelah pasti kami rasakan. Tetapi ketika melihat anak-anak tersenyum dan bisa bercanda bersama, rasa lelah itu seperti hilang. Rasanya seperti berkumpul dengan keluarga sendiri,” kata Minarto.

Menurutnya, TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik. Lebih dari itu, program tersebut menjadi ruang untuk mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.

“Kami datang untuk membantu masyarakat. Selama berada di sini, warga sudah seperti keluarga. Anak-anak juga sudah tidak sungkan lagi bermain dan berbicara dengan kami,” ujarnya.

Kehangatan itu menjadi gambaran bahwa pembangunan tidak selalu diukur dari berapa meter jalan yang selesai dikerjakan.

Ada pembangunan lain yang tak terlihat secara fisik—membangun kedekatan, menumbuhkan kepercayaan dan mempererat persaudaraan.

Di tengah pekerjaan yang menguras tenaga, tawa anak-anak menjadi pengingat bagi para prajurit bahwa mereka tidak bekerja sendirian.

Ada masyarakat yang mendukung. Ada anak-anak yang menyambut dengan senyum. Ada suasana kekeluargaan yang membuat setiap tetes keringat terasa memiliki arti.

Ketika waktu istirahat berakhir, Satgas kembali ke lokasi pekerjaan.

Tubuh masih lelah. Peluh belum sepenuhnya kering.

Namun senyum tetap tersisa.

Sebab di Mangsang Maju, para prajurit bukan hanya meninggalkan hasil pembangunan, tetapi juga membawa pulang cerita tentang sebuah keluarga besar yang terbentuk dari kebersamaan, gotong royong dan senyum anak-anak.

banner 325x300

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *