BATAM — Bukan hanya adukan beton yang terus bergerak di Kavling Mangsang Maju, Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sungai Beduk, Batam. Pada hari kedua pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun 2026, Rabu (14/10/2026), keakraban dan kekompakan antara TNI dengan masyarakat juga semakin terasa.
Sejak pagi, personel Satgas TMMD Kodim 0316/Batam bersama unsur TNI, Marinir, TNI Angkatan Udara, Polri dan warga sudah berkumpul di lokasi sasaran fisik.
Mereka bekerja dalam suasana yang cair. Ada yang menyiapkan material, mengatur adukan beton, membawa material, hingga membantu meratakan dan memadatkan coran yang dituangkan ke badan jalan.
Pekerjaan berat terasa lebih ringan karena dilakukan bersama-sama.
Tidak terlihat sekat antara personel TNI dan masyarakat. Di tengah aktivitas pengecoran, mereka saling membantu, berkomunikasi dan berkoordinasi agar pekerjaan berjalan lancar.
Kebersamaan itu menjadi salah satu pemandangan yang menonjol dalam pelaksanaan TMMD hari kedua.
Bagi masyarakat Mangsang Maju, kehadiran Satgas TMMD bukan hanya membawa program pembangunan, tetapi juga menghadirkan ruang kebersamaan yang mempertemukan TNI dengan warga dalam kegiatan nyata.
Sementara bagi personel Satgas, keterlibatan masyarakat menjadi energi tambahan untuk mempercepat penyelesaian sasaran fisik.
Komandan di lapangan, Kapten Inf Hendrik Mulyadi, mengapresiasi semangat masyarakat yang ikut turun langsung membantu pengerjaan.
Ia menilai kekompakan tersebut menjadi modal penting untuk menjaga ritme pekerjaan sejak awal pelaksanaan TMMD.
“Tidak ada kata kendurkan semangat. Terus kebut pengerjaan ini, mengingat pengerjaan masih awal TMMD,” tegas Hendrik.
Menurutnya, pekerjaan yang dilakukan secara bersama-sama akan membuat proses pembangunan lebih cepat sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat.
“Semoga pembangunan ini nantinya dapat memperlancar arus transportasi warga dan memberikan dampak positif terhadap aktivitas serta perekonomian masyarakat,” ujarnya.
Di lokasi, suasana gotong royong terus berlangsung. Ketika satu bagian pekerjaan selesai, personel dan warga kembali bergerak mengerjakan bagian berikutnya.
Kekompakan tersebut terlihat dari cara mereka berbagi tugas. Warga membantu sesuai kemampuan, sementara personel Satgas mengarahkan pekerjaan agar setiap tahapan pengecoran dapat dilakukan dengan baik.
Bukan sekadar mengejar panjang jalan yang berhasil dicor, proses tersebut juga memperlihatkan bagaimana TMMD menjadi wadah memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat.
Pembangunan jalan rabat beton di Mangsang Maju pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Canda dan komunikasi ringan sesekali mengiringi aktivitas kerja, tanpa mengurangi keseriusan seluruh pihak menyelesaikan target pembangunan.
Memasuki hari kedua, semangat itu terus dijaga.
Bagi warga Mangsang Maju, jalan yang sedang dibangun merupakan akses yang akan mereka gunakan sehari-hari. Karena itu, mereka memilih ikut terlibat dan menjadi bagian dari proses pembangunan tersebut.
Sementara bagi Satgas TMMD, kebersamaan dengan masyarakat menjadi kekuatan untuk menyelesaikan sasaran fisik sesuai target.
Dari satu tangan ke tangan lainnya, dari material yang dipindahkan hingga beton yang diratakan, pekerjaan di Mangsang Maju memperlihatkan satu hal penting: pembangunan akan terasa lebih kuat ketika dikerjakan bersama.
TMMD ke-130 Kodim 0316/Batam pun tak hanya membangun jalan, tetapi sekaligus merawat semangat gotong royong dan mempererat hubungan TNI dengan masyarakat di tengah proses pembangunan.

















