Inilah Hotel Yang Ramai Pengujung di Lingga

Hatel Winer di Pancur, Lingga
Hatel Winer di Pancur, Lingga

Lingga, Lensa Kepri – Hotel Winer di Pancur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, satu-satunya tempat penginapan tamu yang datang dari luar daerah.

Hote yang dibangun diatas laut ini memiliki 20 kamar, siap melayanani para tamu sekali 24-jam. Selain fasilitasnya lengkap, para tamu hotel bisa menikmati kuliner berupa siput Laut.

Pondok beratap daun tempat nyantai di depan hotel Winer
Pondok beratap daun tempat nyantai di depan hotel Winer

Selain itu, diseputaran halaman hotel, juga menyediakan tempat duduk santai sambil menikmati kuluner. Jika dimalam minggu, Hotel ini, sering dijadikan tempat nyantai oleh kalangan umum.

Kemudian Hotel Winer juga menyediakan, Aula untuk pertemuan dan kegiatan acara rapat, pesta perkawinan dan acara lainya.

Selain perabotan sederhana, kamar-kamar ber-AC, hotel ini juga menyediakan air mineral setiap hari. Beberapa kamar memiliki fasilitas membuat teh dan kopi. Kamar mandi.

Fasilitas kamar hotel Winer
Fasilitas kamar hotel Winer

Hotel Winer terletak ditempat setrategi, tepat di Pelabuhan Kapal jurusan Tanjungpinang,Pacur. Tempat parkir tersedia gratis.

Herman salah seorang tamu yang menginap di hotel Winer sat dihampiri Lensa Kepri.com merasa puas dengan pelayanan  hotel.

“Saya sering ke lingga ini, kalau kesini saya selau menginap di hotel ini. Selain harga sewanya terjangkau, pelayananya baik. Pemandanganyapun bagus, karena diatas laut kan,”Herman sambil menikmati secangkir kopi.

Penghargaan dari Bupati Lingga
Penghargaan dari Bupati Lingga

Asiang selaku pemilk hotel mengatakan,  hotel ini dibangun untuk menangkis isu diluar bahwa di Lingga tidak ada penginapan. Namun, karena itu juga yang mebuat dia ingin hotel.

“Saya membagun hotel ini untuk menangkis isu diluar bahwa, di Lingga tidak ada hotel, demi mejuka darah dan juga membatu pemerintah daerah, maka saya kuatkan hati untukbagun hotel ini.

Padahal ketika ingin membangun hotel ini lanjut asiang, dirinya bayak diejek atau cimoh dari kawan dan kerabatnya bahwa tidak akan ada yang akan menginap di hotel.

“Dulu ketika saya ingin membangun hotel ini, malahan ada sebagian kawan, kerabat yang mengatakan sata bodoh. Namun kare saya putra daerah disini dan keluarga saya juga bedomosili disin, maka saya tidak perduli semua kata orang lain, yang penting niat saya baik terhadap daerah ini”papar Asiang.

Ketiaka ditanya masalah pembayaran pajak hotel Asiang menjelaskan, masalah pajak puhaknya selalu mematuhi aturan.

“Kalau pajak, kita selalu bayar, bahkan kita salah satu yang mendapat penghargaan dari Bupati Lingga, tentang pembayaran “Pajak Teladan” pada tahun 2017 lalu. Untuk sewa kamar per malam hanya Rp 120 ribu” tutur Asiang. (Ali)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.