Berkat Kerja Keras Polisi, Kasus Kematian Tini Terungkap

318
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin didampingi AKP Dwihatmoko saat releasi dilokasi kejadian
Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi didampingi AKP Dwihatmoko saat releasi dilokasi kejadian. Foto istimewa

Tanjungpinang, Lensa Kepri – Berkat kerja keras Satreskrim Polres Tanjungpinang, akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan wanita yang mengapung di bawah jambatan III Dompak beberapa hari lalu.

Polisi menangkap dan menetapkan NS tersangka dalam kasus pembunuhan janda cantik beranak satu warga Bukit Carmin Tnjungpinang itu.

Ternyata pelaku dan korban terkait hubungan asmara, karena Korban meminta pertanggun jawaban kepada pelaku, sehingga pelaku nekat menghabisi nyawa korban.

“Motifnya terkait hubungan asmara yang mana pelaku ini khilaf mata menghabisi nyawa korban karena terdesak meminta pertanggung jawaban atas kehamilan tersebut,” kata Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi dalam konferensi pers di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tak jauh dari tempat pembuangan akhir sampah Jalan Ganet, Kamis (19/7).

Kapolres menjelaskan, korban dan tersangka saling kenal sejak 2013. Pada saat itu satu tempat kerja. Tersangka Nasrun adalah Manajer Operasional di PT. Sinar Bodhi Cipta bergerak di bidang developer di Kota Tanjungpinang. Tersangka adalah atasan korban.

“Mereka sudah kenal lama. Diketahui mempunyai hubungan spesial dan telah melakukan hubungan badan,” tegas Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi.

Ucok menjelaskan, tersangka Nasrun menghabisi nyawa janda beranak satu itu karena tidak mau menanggung malu. Ditambah lagi tersangka telah memiliki istri dan anak.

Ucok menjelaskan, pada malam kejadian, korban bertemu dengan tersangka di sebuah cafe di Jalan Bakar Batu. Kemudian tersangka membawa korban dengan mobil merk Toyota Rush ke sebuah area perkebunan Jalan Ganet.

Kemudian pelaku menghabisi nyawa korban dan membungkusnya dengan karung bekas pakan ternak ayam.

“Dari awal mereka berjumpa di Jalan Bakar Batu pada malam itu. Tersangka dan korban sudah terlibat adu mulut hingga sampai ke TKP. Korban langsung dihabisi tersangka dengan sebilah kayu. Kemudian tersangka membawa jasad korban. Sekitar pukul 21.30 WIB, tersangka membuang jasad korban dari atas jembatan 3 Dompak,” papar Ucok.

Kapolres menegaskan, tersangka dijerat dengan pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati, atau pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 15 tahun penjara. (Tim)

Editor Aliasar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here