Warga Tangkap Pukat Kattrol di Tanjungmana Lingga

Petugas saat turun kelokasi untuk Pencarian titik batas laut antar desa.
Petugas saat turun kelokasi untuk Pencarian titik batas laut antar desa.
Pertemuan Warga Tanjungmana di kanto Lurah Pancur Lingga Utara
Pertemuan Warga Tanjungmana di kanto Lurah Pancur Lingga Utara

Lingga, Lensa Kepri – Sejumlah masarakat didampingi RT Tanjung Mana, Kelurahan Pancur, Kecamatan Lingga Utara, menggelar pertemuan di Aula Kantor Camat Lingga Utara, Kabupaten Lingga, dipimpin langsung Sekretaris Camat (Sekcam) Lingga Utara, Kimat, Rabu (4/7)

Pertemuan tersebut digelar, untuk mencari solusi antara masyarakat Tanjungmana dan pemilik Pukat Kattrol yang ditangkap warga Tanjungmana diperairan tangkapan mereka beberapa hari lalu.

Ditangkapnya Pukat katrol milik Atar,
sangat merusak eko sistem laut dan alat tankap tardisiaonal milik warga, seprti Bubu Ketam, Bubu Ikan dan Kelong Pantai.

“Jika Pukat kattrol beroperasi didaerah kami, maka alat tangkap kami akan punah, disapu Pukat kattrol itu,” kata Jawil seorang masyarakat yang hadir dipertemuan.

Sekitar 3 jam pertemuan pertemuan berlangsung, kedua belah pihak menemukan solusi. Mereka akhirnya bersamai. Namun pemilik Pukat Kattrol tidak dibolehkan beroperasi diwilayah perairan Tanjungmana

Petugas saat turun kelokasi untuk Pencarian titik batas laut antar desa.
Petugas saat turun kelokasi untuk
Pencarian titik batas laut antar desa.

Pemilik Pukat Kattrol, Atar berjanji tidak akan beroperasi di wilayah tangkapan Nelayan Tradisional umumya si perairan Tanjungmana, Perjanjian ini disaksikan oleh beberapa pajabat setempat.

Lurah Pancur, Shefi Heri Nugrah S STP. mengatakan, pertemuan tersebut digelar terkait dengan penangkapan Pukat Kattrol beberapa hari lalu oleh warga bersama RT setempat karena beroperasi diwilayah tangkapan mereka.

“Makanya dia marah lalu ditankap nya pukat itu beramairamai, karana yang punya pukat itu masarakat sekitar daerah sini juga, makanya kita cari sholusinya, kita panggil mereka yang bersengketa dan kita adakan perdamaian dan perjajian supaya tidak terulang lagi, Pukat yang dilarang itu beroperasi di wilayah masarakt secara tradisional menakap ikan”jelas Lurah Pancur.

Diacara tersebut dihadiri, Babinsa, Kapolpos dan TNI AL Pancur serta berapa Kepala Desa di Lingga Utara, Kab Lingga (Alibizar)

Editor Aliasar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.