Gubernur Kepri  Sambut Kedatangan Panglima TNI

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat menyambut kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Senin (23/4)
Gubernur Kepri H Nurdin Basirun saat menyambut kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Senin (23/4)

Natuna, Lensakepri.com – Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menyambut kedatangan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto di Bandara Raden Sadjad, Ranai, Kabupaten Natuna, Senin (23/4).

Panglima TNI Hadi datang bersama istri juga Ketua DPD RI Osman Sapta Oding, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo beserta sejumlah rombongan prajurit TNI lainnya.

Gubernur mengatakan bahwa kunjungan Panglima sendiri merupakan bentuk dukungan untuk membangun pusat pertahanan di Natuna sebagai garda terdepan NKRI.

“Kesiapsiagaan kita menjaga pulau terdepan dari ancaman yang dapat menggoyahkan keutuhan bangsa,” kata Nurdin.

Rombongan sendiri tiba pada pukul 10.00 WIB yang kemudian didepan pintu pesawat disambut oleh Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI Ibnu Triwidodo, ikut serta hadir pada penyambutan Danrem 033/Wira Pratama Brigjen TNI Gabriel Lema, Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjnardi dan Bupati Natuna Hamid Rizal.

Sebelum Panglima TNI, Gubernur beserta sejumlah rombongan terbatas mengunjungi titik-titik Dislokasi dan sasaran pembangunan satuan TNI (terintegrasi) di Pulau Natuna seperti Pulau Sekatung, Tanjung Datok, Sepempang dan Selat Lempa. Mereka terlebih dahulu diberikan paparan terkait pembangunan tersebut.

Dalam paparan dari pihak Kodim 0318/Natuna sendiri terdapat 8 lokasi yang akan menjadi titik pembangunan yakni: Tanjung Datok (Radar Udara, Radar Permukaan, Long Range Camera, 1 Rai Armed MLRS), Desa Tanjung Payung (Radar Permukaan dan Long Range Camera), Desa Sei Ulu (Kompi Infanteri EX.KI D 136/TS), Selat Lampa (Dermaga Kapal Atas Air, Dermaga Beaching dan Fasilitas Pangkalan).

Kemudian di Tanjung Sekal (Dermaga Bungker Kapal Selam), Desa Sepampang (Mako Yon Komposit dan Kompi Infanteri EX.KI C 136/TS), Desa Setengar (Satgas Marinir, Gudbek dan Gud munisi integratif dan 1 Kizi PUR) dan untuk Lanud Ranai (Sisdalops TNI Terpadu, Hanggar Pesawat/heli, RS Integratif, Hanggar Skadron Uav, Sat Rudal Jrk sedang, Perpanjangan runway, pembangunan taxyway, Bunker 5 Pesawat Tempur dan Satbaj Hanud titik).

Panglima TNI Hadi langsung merespon beberapa lokasi seperti untuk Angkatan Laut Kapal selamnya, untuk ponton harus berada didermaga atas air, lalu Rumah sakit integratif harus segera diisi semua keperluan fasilitas.

“Kesehatan adalah yang paling utama dalam menjaga pertahanan negara, prajurit harus dalam keadaan prima,” ujar Hadi.

Terkait RS Integratif tersebut Gubernur Nurdin meminta secara khusus agar masyarakat juga mendapatkan kesempatan untuk bisa berobat disana.

“Akses untuk umum juga diharapkan bisa dipermudah itulah bentuk kebersamaan TNI-Polri dengan masyarakat,” kata Nurdin.

Lalu untuk keperluan Hanggar, Hadi ingin desainnya harus berbahan beton yang berguna untuk melindungi dari serangan-serangan dan gudang amunisi juga.

Panglima TNI dalam kesempatan tersebut juga memuji Soliditas antar TNI-Polri yang telah terbentuk dalam menjaga pulau-pulau terdepan NKRI khususnya di Natuna, ia berharap agar hal tersebut dapat terus terjaga dengan konsisten.

“Dengan soliditas tersebut kalian telah menunjukan Dharma Bhakti kepada Ibu pertiwi benar-benar kalian jalankan dengan baik,” kata Hadi.

Hadi melanjutkan bahwa konsistensi tersebut juga bertujuan untuk kepentingan rakyat.

“Ketertiban dan keamanan dapat terus dirasakan oleh masyarakat karna dengan adanya TNI-Polri mereka merasa terjamin keamanannya,” lanjut Hadi.(Ald)

Hum Kepei/red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here